*
Bagiku, senja ini.
Kepergian yang tak lain gugur daun.
Angin sunyi yang kencang dan mata kosong yang menatap langit - langit.
*
Tapi, di matamu; kepergian hilang berganti bahagia.
Senja ini: bersemayam lebih lama di balik kelopakmu.
*
Tentang jarak, yang lebih maya dari senja.
Dari jendela mata kepada bias jingga di atas semesta.
Pada sinarnya; Aku jatuh cinta.
*
Dan senja; adalah caraku meneguk sisa - sisa pagi di wajahmu.
Sedang kepergian, kekasih.
Adalah cara Tuhan menunjukkan bahagia setelahnya.
Setelah senja pergi dan datang kembali sebagai ufuk di sudut matamu.
*
Untuk setiap jatuh senja di wajahmu. Aku; bertekuk lutut pada lembut kearifannya.
*
Sebelum senja tiba di tepi laut dan hilang tiba - tiba.
Kesepian tak lain dendam yang harus segera dituntaskan.
Dan di Pelukmu; kesedihan selalu hilang dengan segera.
*
Maka, apa yang dikatakan senja sebelum ia menghilang.
Selain bening mata yang indah dan paras senyum dari bibir mungilmu.
*
Selepas senja dan ingatan yang tertawa.
Dua bibir berpagutan mesra.
Terdiam dalam hangatnya cahaya.
*
Terima Kasih untuk kerling mata dan cinta yang lebih abadi daripada senja.
*
Label: Fiksi, Puisi