Kita;
hanyalah angan
yang tak tahu
kapan akan berhenti bertahan.
atau, hanya ingin yang tak saling menginginkan ?
ataukah,
hanyalah sekumpulan panorama
yang menjelma desir kepalsuan
di dalam pikiran ?
atau,
Sekeping ingatan yang tak lagi utuh.
Yang di tepinya; kesedihan berpesta pora.
Lalu, ikatan hanyalah ilusi di ujung pikiran.
atau mungkin,
detak jantung lemah di sekitar prasangka.
Perlahan dan tanpa kekuatan.
Atau....
Label: Fiksi, Puisi