Sebab kehilangan,
kekasihku.
Merupa wajah yang pucat,
di guratannya
terpenjara air mata
yang harusnya mereda.
/2/
Aku kira,
lembut angin yang memeluk kesedihanku.
Nyatanya,
tubuhku menggigil tajam.
Sebab kehilangan
memang selalu menyakitkan.
/3/
Kehilangan
adalah kata - kata
yang tak mampu dilemparkan oleh sunyi.
dan bait puisi
adalah cara kesedihan
melantunkan sepi.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
NB : Puisi ini juga terbit di sebuah majalah online yaitu Notif! dari Warung Blogger
Download Majalahnya di sini :
Via : DropboxVia : Google Drive
Label: Fiksi, Puisi