Kini, mataku diam menatap langit.
Ada yang tertinggal di salah satu biliknya.
Tentang kepulangan yang nyatanya hanyalah angan.
Malam memang sedang bersenang - senang.
Di langitnya, bintang - bintang berpesta.
Di bawahnya tergeletak puluhan kembang tujuh rupa.
Bersemayam di atas pura; berteman dengan aroma dupa.
Jadi, apakah yang layak aku sebut pulang ?
Tanah kelahiranku kini telah kutinggalkan.
Dan ragaku, masih terisi setengah dalam perantauan.
Ah... langit ingatanku sedang riuh sekarang.
Di ceruk matanya, kesedihan dan kenangan menggenang.
Adakah angin dapat membawanya kembali ke peraduan ?
Kembali ke tempat yang harusnya kusebut PULANG.
Bali, 27 okt. 2013.
Label: ./Puisi